Friday, February 15, 2019

Cabang cabang Filsafat

Cabang-Cabang Filsafat Secara obyektif harus diakui bahwa ilmu pengetahuan manusia terbatas, karena kemampuan manusia yang terbatas. Disisi lain kemajuan manusia melahirkan masalah-masalah yang semakin komplek sehingga menuntut percepatan ilmu-ilmu yang semakin spesifik dalam satuan yang makin banyak. Mempelajari filsafat memang dirasakan sangat berguna untuk memahami bagaimana manusia berpikir. Pemikiran manusia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh aliran filsafat yang dianut serta yang dipahaminya. Mengingat pemikiran filsafat sangat beragam, maka cara mudah mempelajarinya adalah dengan mengklasifikasi aliran-aliran utamanya. Untuk memberikan gambaran perkembangan ilmu pengetahuan marilah kita runut kembali induk ilmu pengetahuan dalam ilmu filsafat. Secara pokok sebenarnya bidang kajian filsafat berkisar pada tiga cabang besar filsafat, yaitu : Teori pengetahuan, membicarakan cara memperoleh pengetahuan yang memiliki cabang lagi yaitu epistemologi dan logika Teori hakikat, membicarakan pengetahuan itu sendiri yang kemudian disebut ontologi Teori Nilai, membicarakan guna pengetahuan yang disebut axiologi. Dari tiga cabang besar tersebut lahirlah cabang-cabang baru yang merupakan anak cabang yang kemudian melahirkan adanya aliran-aliran dalam filsafat. Secara garis besar cabang-cabang filsafat meliputi : Ontologi Ontologi kadang-kadang disamakan dengan metafisika. Istilah metafisika pertama kali dipakai oleh Andronicus dari Rhodesia pada zaman 70 tahun sebelum masehi. Artinya adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan hal-hal yang bersifat supra-fisis atau kerangka penjelasan yang menerobos melampaui pemikiran biasa yang memang sangat terbatas dan kurang memadai. Makna lain istilah metafisika adalah ilmu yang menyelidiki hakikat apa yang ada di balik alam nyata. Jadi, metafisika berarti ilmu fisika. Begitupun dengan ontologi berarti ilmu hakikat. Hakikat artinya keadaaan yang sebenarnya, hakikat sebenarnya adalah keadaan sebenarnya dari sesuatu itu, bukan keadaan sementara yang selalu berubah. Contoh tentang hakikat air. Air itu jika didinginkan sampai titik nol derajat celcius maka ia akan membeku, jika dipanaskan maka ia akan menguap. Yang dipermasalahkan oleh ontologi adalah : apakah sesungguhnya hakikat realitas yang ada ini; apakah realitas yang nampak ini suatu realita materi belaka ataukah ada “rahasia alam” di balik realita itu; apakah wujud alam semesta ini bersifat tetap, kekal, atau justru tetap itu yang berubah-ubah, dan sejenisnya. Ontologi membahas bidang kajian ilmu atau objek ilmu. Penentuan objek ilmu diawali dengan subjeknya. Yang dimaksud dengan subyek di sini adalah pelaku ilmu. Subyek dalam ilmu adalah manusia, bagian manusia yang paling berperan ialah daya pikirnya. Permasalahan yang dihadapi oleh ilmu bagaimana menumbuhkan ilmu menjadi ilmu alam dan ilmu sosial. Pada dasarnya kedua ilmu ini mempunyai prinsip yang serupa. Ahli ilmu alam (ilmu fisika) melakukan telaah terhadap suatu gejala, yaitu : gejala yang bersifat fisik. Telaahnya meliputi beberapa variabel yang dapat diukur dan yang jumlahnya relatif kecil. Ahli ilmu sosial melakukan telaah terhadap manusia sebagai anggota kelompok sosial. Variabelnya relatif cukup banyak yang kadang-kadang menimbulkan kesulitan untuk membuat batasannya. Ontologi sebagai istilah filsafat dikembangkan oleh wolff. Secara etimologi, ontologi berasal dari bahasa Yunani, yang berarti tentang ilmu yang ada sebagai data. Menurut Aristoteles, ontologi adalah ilmu tentang intisari sesuatu. Atas dasar pemikiran intisari itulah, ontologi dijadikan istilah keilmuan di dalam filsafat. Maknanya pun berkembang pula menjadi asas fundamental atau doktrin tentang kategori.   Epistemologi Teori pengetahuan atau disebut dengan epistemologi. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme dan logy, episteme berarti knowledge atau pengetahuan dan logy berarti teori. Oleh sebab itu epistemologi diartikan sebagai teori pengetahuan atau filsafat ilmu. Istilah epistemologi ini untuk pertama kalinya muncul dan digunakan oleh J.F Ferrrier pada tahun 1854. Epistemologi menampakkan jarak yang asasi antara rasionalisme dan empirisme, meskipun sebenarnya rasionalisme dan empirisme itu dapat saja terjadi pada diri seorang ahli pikir. Dan muncul pula perbincangan yang cukup ramai mengenai asal mula pengetahuan. Dengan demikian semakin mengasyikan dalam pembahasan mengenai masalah metodologi, masalah jenis-jenis prinsip yang mengenai pengetahuan, dan tentang struktur pengetahuan. Dengan kata lain, permasalahan epistemologi berkisar pada proses memungkinkan ditimbangnya pengetahuan yang berupa ilmu : bagaimana prosedurnya, apa yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, apakah yang disebut kebenaran, dan apa saja kriterianya, serta sarana apa yang membantu orang mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu. Sejak lama orang mempertanyakan apakah ada hukum-hukum ilmu dan pengetahuan yang memberikan pedoman untuk percaya atau tidak percaya tentang sesuatu, bagaimana seharusnya orang bersifat untuk dapat memahami kebenaran dengan menggunakan pendapat, intuisi, atau keyakinan mengenai fakta-fakta dalam lingkungan sehari-hari. Adapun logika dilihat dari segi etimologi, perkataan logika berasal dari bahasa Yunani, logike (kata sifat) yang berhubungan kata benda logo yang artinya pikiran atau kata sebagai pernyataan dari pikiran itu. Logika secara terminologi mempunyai arti : ilmu yang memberikan aturan-aturan berpikir valid (shahih), artinya ilmu yang memberikan prinsip-prinsip yang harus diikuti suapaya dapat berpikir valid. Logika adalah salah satu cabang filsafat yang dikembangkan oleh Aristoteles. Logika membicarakan norma-norma berpikir benar agar memperoleh dan terbentuk pengetahuan yang benar. Ada dua macam logika : logika formal dan logika material. Logika formal adalah logika bentuk. Logikanya ialah agar diperoleh pengatahuan yang benar, maka bentuk berpikirnya harus benar. Soal apakah isinya benar atau salah, ini dibicarakan oleh logika material. Logika mempunyai faidah tidak hanya untuk berfilsafat tapi juga dalam bidang lainnya. Faidah itu diantaranya : Logika menyatakan, menjelaskan, dan mempergunakan prinsip-prinsip abstrak yang dapat dipakai dalam semua lapangan ilmu pengetahuan; Logika menambah daya berpikir abstrak dan melatih cara mengembangkan daya pemikiran dan menimbulkan disiplin intelektual; Logika mencegah kita tersesat oleh segala sesuatu yang kita peroleh berdasarkan autoriti. Dalam contoh berikut dapat dirasakan bahwa kata “tahu” mengandung pengertian yang berbeda-beda : Anda tidak dapat menipu saya, karena saya tahu penipu dan siapa bukan penipu. Tentu saya tahu bahwa ia menangis, sebab saya melihatnya. Kami tahu bahwa jembatan itu aman, karena baru saja kami melewatinya dan selamat. Pada setiap pernyataan di atas terdapat kata “tahu” yang masing-masing didasarkan pada cara dan alasan yang berbeda-beda. Pada pernyataan yang pertama, “tahu” didasarkan pada pertimbangan yang bersifat pribadi. Kata penipu yang berkaitan dengan kata “tahu” tersebut bukanlah tindakan kriminal sebagaimana orang lain memahaminya. Pada pernyataan kedua, “tahu” tersebut berdasarkan observasi langsung yang dipercaya dan disadari benar adanya, karena didasarkan atas pengamatan (penginderaan) terhadap suatu realita. Adapun pada contoh ketiga adanya hasil pengamatan yang teruji oleh keseluruhan penghayatan dan bukan hanya kesan indera semata. Contoh di atas menunjukkan adanya kebenaran / logika, karena sudah digunakan ukuran atau kriteria epistemologis. Dalam epistemologis, fungsi logika, metode berfikir deduktif, dan metode berfikir induktif mempunyai peran yang sangat penting.   Aksiologi Aksiologi berasal dari bahasa Yunani axios yang berarti ‘memiliki harta’, ‘mempunyai nilai’, dan logos yang bermakna ‘teori’. Sebagai suatu istilah, aksiologi mempunyai arti sebagai teori tentang nilai yang diinginkan atau teori tentang nilai yang baik dan dipilih. Teori ini berkembang sejak zaman Plato dalam hubungannya dengan pembahasan mengenai bentuk atau ide (ide tentang kebaikan). Permasalahn aksiologi meliputi : Sifat nilai Sifat nilai atau paras nilai didukung oleh pengertian tentang pemenuhan hasrat, kesenangan, kepuasan, minat, kemauan rasional yang murni, persepsi mental dan segala pengalaman yang menunjang peningkatan nilai atau mutu kehidupan. Dengan kata lain, paras nilai adalah pertalian yang erat antara sesuatu sebagai sarana untuk menuju ke titik akhir atau untuk menuju kepada tercapainya hasil yang sebenarnya. Tipe nilai Tipe nilai didapat informasi bahwa ada nilai intrinsik dan ada nilai instrumental. Nilai intrinsik ialah konsumantoris atau yang melekat pada diri sesuatu sebagai bobot martabat diri (prized for their own sake). Yang tergolong ke dalam nilai instrinsik adalah kebaikan dari segi moral, kecantikan, keindahan, kesucian dan kemurnian. Nilai instrumental adalah nilai penunjang yamg menyebabkan sesuatu memiliki nilai instrinsik. Kriteria nilai Yang dimaksud dengan istilah kriteria nilai adalah “pagu” atau patokan untuk menguji kadar nilai berdasarkan teori psikologis dan teori logika. Pagu itu diantaranya menyebutkan bahwa kuantitas kenikmatan indiviualah yang dapat digunakan menjadi kriteria nilai. Tetapi ada juga yang menyebutkan bahwa kepuasan masyarakat yang dapat dijadikan pagu untuk tolak ukur nilai. Penganut aliran yang disebut naturalis beranggapan bahwa kelestarian hiduplah yang dapat dijadikan tolak ukur penilaian, sedangkan dewey dan pengikutnya beranggapan bahwa keseimbanganlah yang dapat dijadikan tolak ukurnya. Status metafisika nilai Perihal status metafisika nilai mempunyai makna yang penjelasan adalah sebagai berikut : apakah pertalian atau hubungan nilai terhadap fakta-fakta sebagai dicari oleh ahli ilmu ilmiah, apakah hubungan das sein terhadap das sollen, apakah hubungan pemikiran tentang nilai terhadap ketidaktergantungan manusia, itu semua adalah masalah tentang status metafisik nilai dalam rangka aksiologi. Terhadap masalah-masalah tersebut sudah terdapat jawabanya, yaitu : Status metafisik nilai yang mempunyai hubungan subyektivisme, yang mempunyai hubungan obyektivisme logis, dan obyektivisme metafisik.  

No comments:

Post a Comment