Sismatika Pembagian Filsafat.
Ahmad Tafsir membagi sistimatika pembagian filsafat sebagai berikut:
a. Filsafat masa Yunani Kuno.
Filsafat pada masa Yunani Kuno ditandai dengan kelahiran filsafat Thale, Anaximander, Parmanides, Zeno, Phitagoras, Gorgias, Socrates, Plato dan Aristoteles. Filsafat Thales banyak dipengaruhi oleh mitos. Akan tetapi pada folosof sofis, akal benar-benar telah menguasai hidup orang Athena;
b. Filsafat pada abad pertengahan : Plotinus, Augustinus, Anselmus, dan Thomas Aquino. Pada abad pertengahan, terutama sejak tahun 200 an, akal kalah total dan iman (agama Kristen) menang mutlak. Memang kitab suci Kristen tidak menghargai akal;
c. Filsafat pada zaman modern : Renaissance, Rasionalitas (Descartes, Spinoza,, Leibniz), Idealisme Obyektif ( Fichte, Shelling, Hegel), Idealisme Theist (Pascal dan Kant), Empirisme (Locke, Hume, Spencer), Pragmatisme (Williams James), Eksistensialisme (Kierkegaard-Sartre). Filsafat modern kembali pada akal. Rasionalis me Yunani mejadi satu-satunya cara berfilsafat pada zaman modern, kecuali pada Kant. Kant mengatakan akal ada daerahnya, dan hati ada daerahnya. Sains dan hati sama-sama dapat dipegang.
d. Filsafat Islam : Kibab suci Al Qur’an menghargai akal dan hati. Orang-orang filsafat menggunakan takwil kearah rasio, dan sementara orang-orang tasawuf menggunakan takwil kearah rasa. Pada zaman ini timbul ahli-ahli tassauf seperti Hasan Al Bashri, Rabi’ah al Adawiyah, Imam al Ghozali, Sufyan Al Tsauri, Abu Hasyim, dan Ibn Hasyim;
e. Filsafat pada zaman pasca modern. Filosof Arkoun, Derrida, Foucault, Wittgensen, Nietzsche, dan Capra. Capra melihat kekacauan disebabkan tidak digunakan paradigm yang utuh dalam merekayasa budaya. Dia menghendaki filsafat China I Ching digunakan memformu lasikan paradigma budaya dunia yang baru. Ahmad Tafsir berpendapat bahwa Islam lebih sempurna untuk digunakan memformulasi; karena Islam telah terbukti berhasil mambentuk masyarakat Madani zaman Rasulullah SAW, Abu Bakar, Omar; kemudian muncul lagi pada zaman Umar bin Abdul Aziz, dan Zaman Makmun di Baghdad. Sedangkan filsafat I Ching belum ada buktinya.
Friday, February 15, 2019
Sistematika Pembagian Filsafat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment