Struktur Pembahasan Filsafat
Pembahasan filsafat meliputi tiga ranah pembahasan, yang disebut epistemology, ontology, dan aksiologi.
a. Epistemologi
Epistemologi membicarakan sumber pengetahuan dan bagaimana cara memperoleh pengetahuan. Tatkala manusia baru lahir, ia tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun. Nanti, tatkala ia 40 tahunan, pengetahuannya banyak sekali sementara kawannya yang seumur dengan dia mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih banyak daripada dia dalam bidang yang sama atau berbeda. Bagaimana mereka itu masing-masing mendapat pengetahuan itu? Mengapa dapat juga berbeda tingkat akurasinya? Hal-hal semacam ini dibicarakan di dalam epistemologi.
b. Ontologi
Setelah mengkaji cara memperoleh pengetahuan, filosof mulai menghadapi objek-objeknya untuk memperoleh pengetahuan. Objek-objek itu dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikatnya. Inilah sebabnya bagian ini dinamakan juga teori hakikat. Ada yang menama kan bagian ini ontologi.
Bidang pembicaraan terkait hakikat luas sekali, segala yang ada dan yang mungkin ada, yang boleh juga mencakup pengetahuan dan nilai (yang dicarinya ialah hakikat pengetahuan dan hakikat nilai). Nama lain untuk teori hakikat ialah teori tentang keadaan.
Apa itu hakikat? Hakikat ialah realitas; realitas ialah kerealan; "real" artinya kenyataan yang sebenarnya; jadi, hakikat adalah kenya-taan yang sebenarnya, keadaan sebenarnya sesuatu, bukan keadaan sementara atau keadaan yang menipu, bukan keadaan yang berubah.
c. Aksiologi
Untuk mengetahui kegunaan filsafat, kita dapat memulainya dengan melihat filsafat sebagai tiga hal :
1) Filsafat sebagai kumpulan teori, filsafat digunakan untuk memahami dan mereaksi dunia pemikiran. Sebagai contoh : jika Anda-umpamanya tidak senang pada komunisme maka Anda harus mengetahui lebih dahulu teori-teori filsafat Marxisme karena teori filsafat dalam komunisme itu ada di dalam filsafat Marxisme.
2) Filsafat sebagai philosophy of life. filsafat dipandang sebagai pandangan hidup, fungsinya mirip sekali dengan agama. Nah, filsafat sebagai "agama" itu apa gunanya? Ya, gunanya sama dengan kegunaan agama. Dalam posisi ini filsafat itu menjadi jalan kehidupan.
3) Yang amat penting ialah yang ketiga, yaitu filsafat sebagai methodology dalam memecahkan masalah. Menyelesaikan masalah itu melalui cara sains, pusat perhatiannya pada fakta empirik; biasanya penyelesainnya tidak utuh karena fakta empirik tidak pernah utuh. Alternatif orang menyelesaikan masalah melalui cara filsafat, berdasarkan hati nurani.
Friday, February 15, 2019
Struktur Dalam Pembahasan Filsafat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment