Friday, February 15, 2019

Metode Dalam Pembahasan Filsafat

Metode Pembahasan Filsafat Ahmad Tafsir mengemukakan tiga macam metode pembahasan filsafat: yaitu metode sistematis, metode historis, dan metode kritis.  a. Menggunakan metode sistematis, dengan mendalami struktur pembahasan filsafat : epistemology, ontology, dan aksiologi filsafat. Mula-mula dengan menghadapi teori pengetahuan (epistemology) beberapa cabang filsafat. Setelah itu ia mendalami teori hakikat (Ontologi), dan kemudian mendalami teori nilai (aksiologi) filsafat. Dengan demikian setiap cabang atau subcabang dan aliran-aliran filsafat akan terbahas. b. Metode historis, yaitu dengan cara membicarakan tokoh demi tokoh menurut kedudukannya dalam sejarah, misalnya dimulai dari membicarakan filsafat Thales, membicarakan riwayat hidupnya, pokok ajarannya, baik dalam teori pengetahuan, teori hakikat, maupun dalam teori nilai. Lantas dilanjutkan dengan yang lain yang saat ini sampai Capra, dan seterusnya. c. Metode kritis (gabungan) digunakan oleh mereka yang mendalami filsafat tingkat intensif. Seseorang haruslah sedikit-banyak telah memiliki pengetahuan filsafat. Membahas filsafat dapat mengambil pendekatan sistematis ataupun historis. Langkah pertama ialah memahami isi ajaran, kemudian mencoba mengajukan kritiknya. Kritik itu mungkin dalam bentuk menentang, dapat juga berupa dukungan terhadap ajaran filsafat yang sedang dipelajari Yuyun S. Suriasumantri mengemukakan metode pembahasan filsafat[6] : d. Universal (menyeluruh), melihat filsafat dalam konstelasi pegetahuan yang lain; e. mendasar, tidak percaya begitu saja bahwa sesuatu itu sudah benar, tetapi perlu dikaji sampai mendasar; f. spekulatif, memulai sesuatu pengetahuan dengan asumsi bahwa penge tahuan itu benar, kemudian filsafat mencari tahu tentang kebenarannya. g. Dialectica : metode yang digunakan Socrates, yaitu dengan dialog; dialog mempunyai peranan penting dalam mendalami filsafat.

No comments:

Post a Comment